Speech Delay pada Anak: Penyebab, Cir-ciri, dan Langkah Tepat Stimulasinya

Article 19 Nov 2025 |
Penulis : Risda Monica, S.Gz., Dietisien
|
Editor : Salma Fitri
Seorang terapis atau orang dewasa membantu anak berlatih bicara di depan cermin. Anak memakai kacamata dan membuka mulut untuk meniru gerakan mulut yang dicontohkan orang dewasa.

Keterlambatan bicara atau speech delay sering membuat orang tua cemas, apalagi ketika melihat anak lain seusianya sudah mulai lancar berbicara. Padahal, setiap anak memiliki ritme tumbuh kembang yang berbeda.

Meski begitu, orang tua perlu memahami tanda-tanda speech delay sejak dini agar stimulasi dan penanganannya bisa lebih tepat sasaran.

Apa itu Speech Delay?

Speech delay adalah kondisi ketika anak belum mencapai kemampuan bicara sesuai dengan usianya. Namun, orang tua perlu bisa membedakan antara speech (bicara) dan language (bahasa).

  • Speech (Bicara) adalah kemampuan untuk menghasilkan bunyi dan kata-kata secara verbal. Keterlambatan bicara berfokus pada anak yang sulit menghasilkan suara atau kata dengan jelas.

  • Language (Bahasa) adalah sistem yang lebih luas, yaitu cara anak memahami (receptive language) dan menyampaikan (expressive language) informasi.

Keterlambatan bahasa bisa berarti anak sulit memahami instruksi atau menyusun kalimat, meskipun ia bisa mengucapkan beberapa kata. Speech delay biasanya merujuk pada keterlambatan dalam komponen expressive language dan speech.

Penyebab Utama Speech Delay

Keterlambatan bicara dapat dipengaruhi banyak hal. Berikut penyebab yang paling sering ditemukan:

1. Masalah Pendengaran

Anak tidak dapat belajar bicara dengan baik jika pendengarannya terganggu. Infeksi telinga berulang atau gangguan pada telinga tengah atau bagian dalam bisa menyebabkan anak tidak menangkap suara dengan jelas.

2. Keterlambatan Perkembangan Lain

Speech delay bisa menjadi bagian dari kondisi seperti:

  • Gangguan Spektrum Autisme (GSA)

  • Keterlambatan intelektual

  • Cerebral palsy

3. Gangguan Oromotorik

Gangguan pada struktur mulut, lidah, atau otot-otot bicara dapat menghambat kemampuan anak menghasilkan suara. Contohnya:

  • Ankyloglossia (tongue-tie)

  • Kelemahan otot bicara

4. Kurangnya Stimulasi

Anak yang jarang diajak bicara, bermain, atau membaca akan kehilangan kesempatan untuk belajar bahasa. Penggunaan gadget dan TV berlebihan juga dapat mengurangi interaksi dua arah, yang sangat penting dalam perkembangan bahasa.

5. Faktor Genetik dan Lingkungan

Riwayat keluarga dengan keterlambatan bicara atau lingkungan bilingual tanpa pola komunikasi yang konsisten dapat memengaruhi perkembangan bahasa anak.

Kapan Biasanya Speech Delay Dapat Terdeteksi?

Deteksi dini sangat bergantung pada pemahaman orang tua mengenai tonggak perkembangan bicara yang normal, sehingga keterlambatan bicara dapat dikenali sejak usia dini dan segera diberikan stimulasi yang tepat. Berikut panduan perkembangan bicara normal.

Usia Anak

Perkembangan Normal

Tanda Awal Keterlambatan

12 Bulan

Mengucapkan "Mama/Papa" secara spesifik. Mengoceh dengan intonasi (jargon).

Tidak menoleh saat namanya dipanggil atau tidak babbling (mengoceh).

18 Bulan

Mengucapkan minimal 6-10 kata bermakna. Mengikuti perintah sederhana.

Belum bisa mengucapkan minimal 6 kata tunggal. Tidak menunjuk objek yang diinginkan.

24 Bulan

Menggabungkan dua kata ("Mama makan," "Mau susu"). Memiliki kosakata minimal 50 kata.

Belum memiliki minimal 50 kata dan belum bisa menggabungkan dua kata.

36 Bulan

Menggunakan kalimat lengkap 3-5 kata. Sebagian besar ucapan sudah dapat dipahami orang luar.

Tidak bisa membuat kalimat atau sering mengulang kata-kata orang lain (echolalia).

Tanda yang Perlu Diwaspadai

Selain memperhatikan tonggak perkembangan bicara sesuai usia, orang tua juga perlu mengenali perilaku sehari-hari anak yang dapat menjadi petunjuk adanya keterlambatan bicara. Berikut tanda-tanda yang perlu diwaspadai:

  1. Anak tampak menghindari kontak mata saat diajak bicara.

  2. Anak tidak menoleh atau bereaksi saat namanya dipanggil, seolah tidak mendengar (meskipun pemeriksaan pendengaran tetap perlu dilakukan).

  3. Komunikasi Non-Verbal Terbatas yang ditandai ketika anak tidak menunjuk, tidak melambai (dadah), atau tidak menunjukkan objek yang menarik perhatiannya.

  4. Kehilangan Kemampuan seperti anak pernah bisa mengucapkan beberapa kata, namun tiba-tiba kehilangan kemampuan tersebut.

  5. Anak cenderung bermain sendiri dan kesulitan melakukan interaksi dua arah dengan orang lain.

Langkah Pemeriksaan dan Stimulasi

Ketika orang tua mulai mencurigai adanya speech delay pada anak, segera ambil langkah yang tepat. Proses penanganan umumnya dimulai dengan pemeriksaan profesional untuk memastikan penyebab keterlambatan, kemudian dilanjutkan dengan stimulasi intensif di rumah yang dilakukan secara konsisten.

Langkah Pemeriksaan Speech Delay

Pemeriksaan dilakukan oleh professional untuk dapat mendiagnosis speech delay. Berikut langkah-langkahnya

  1. Tes Pendengaran dilakukan sebagai langkah awal untuk memastikan kondisi pendengaran anak melalui pemeriksaan objektif seperti Brainstem Evoked Response Audiometry (BERA) atau Otoacoustic Emissions (OAE), terutama jika ada dugaan gangguan pendengaran (IDAI, 2021).

  2. Pemeriksaan oleh Dokter Spesialis Anak (DSA) membantu mengevaluasi perkembangan global, kemampuan motorik, dan perilaku sosial anak untuk mengidentifikasi adanya keterlambatan atau kondisi lain yang mendasari.

  3. Konsultasi dengan Terapis diperlukan jika dokter menemukan indikasi tambahan, sehingga anak dapat menjalani asesmen lebih lengkap oleh Terapis Wicara atau Psikolog Anak terkait kemampuan bahasa reseptif dan ekspresif.

Stimulasi Intensif di Rumah

Peran orang tua sangat besar dalam membantu anak mengembangkan kemampuan bicaranya. Berikut hal-hal yang bisa dilakukan:

1. Kurangi Penggunaan Gadget

Ganti waktu layar dengan lebih banyak interaksi langsung.

2. Berbicara dengan Jelas dan Sederhana

Gunakan kalimat yang mudah ditiru dan hindari baby talk.

3. Bermain Interaktif

Saat bermain, sebutkan nama benda atau aktivitas.

Contoh: “Ini bola merah,” atau “Ayo lempar bola.”

4. Bacakan Buku Setiap Hari

Pilih buku bergambar, ajak anak menunjuk benda, dan ulangi kata-katanya.

5. Perluas Bahasa Anak

Jika anak mengatakan “susu,” jawab dengan “Mau minum susu, ya?” agar ia belajar struktur kalimat.

Kapan Harus Dibawa ke Profesional?

Jangan menunggu terlalu lama untuk mencari bantuan profesional. Jika anak berusia 2 tahun (24 bulan) belum mampu mengucapkan minimal 50 kata dan belum bisa menggabungkan dua kata (two-word phrase), maka ini merupakan tanda penting yang perlu segera dievaluasi lebih lanjut.

Penanggulangan sejak awal memegang peran besar dalam keberhasilan terapi, karena semakin cepat penyebab keterlambatan bicara teridentifikasi, semakin optimal pula hasil perkembangan bicara anak di masa mendatang. Hal ini berlalu baik speech delay karena gangguan pendengaran, gangguan spektrum autisme (GSA), maupun kurangnya stimulasi.

Kesehatan Anak

ic-brand
Tunggu sebentar