Bumil Harus Makan 2 Porsi? Ini Faktanya!

Article 02 Apr 2026 |
Penulis : Salma Fitri
Ibu hamil duduk di tempat tidur sambil memegang semangkuk salad sayuran dan tomat, dengan garpu di tangan.

Selama kehamilan, banyak nasihat yang datang dari berbagai arah. Salah satu yang paling sering terdengar adalah anjuran untuk “makan dua porsi” karena ibu hamil dianggap sedang makan untuk dua orang.

Meski terdengar masuk akal, tidak sedikit ibu hamil yang akhirnya bingung harus mengikuti anjuran ini atau tidak.

Apa Maksud “Makan untuk Dua Orang”?

Istilah “makan untuk dua orang” bukan berarti ibu hamil harus menggandakan porsi makan. Maksud sebenarnya adalah adanya peningkatan kebutuhan zat gizi, namun tidak sebesar yang sering dibayangkan.

Tubuh ibu hamil juga memiliki mekanisme adaptasi untuk memaksimalkan penyerapan zat gizi, sehingga kebutuhan tambahan tetap dapat terpenuhi tanpa perlu makan berlebihan.

Kebutuhan Energi Ibu Hamil

Selama kehamilan, kebutuhan zat gizi ibu meningkat secara bertahap mengikuti perkembangan janin.

Trimester 1

Pada trimester awal, kebutuhan energi belum meningkat secara signifikan, yaitu 180 kalori. Fokus utama tubuh masih pada adaptasi hormonal dan pembentukan organ-organ dasar janin.

Trimester 2

Memasuki trimester kedua, kebutuhan energi mulai meningkat sekitar 300 kalori per hari. Tambahan ini diperlukan untuk mendukung pertumbuhan janin yang semakin pesat, termasuk perkembangan jaringan dan organ tubuh.

Trimester 3

Pada trimester ketiga, kebutuhan energi tetap berada di kisaran tambahan sekitar 300 kalori per hari. Namun, kebutuhan protein meningkat lebih tinggi untuk mendukung pertumbuhan jaringan janin, plasenta, serta persiapan tubuh ibu menjelang persalinan dan menyusui.

Kualitas Makanan Sama Pentingnya dengan Kuantitas Makanan

Selama kehamilan, jumlah dan kualitas makanan sama-sama penting. Ibu perlu menambah asupan sesuai kebutuhan energi, tetapi juga tetap memperhatikan kualitas makanan yang dikonsumsi.

Tambahan kebutuhan energi ini setara dengan satu porsi makan kecil atau satu hingga dua camilan bergizi. Artinya, ibu tidak perlu makan dua kali lipat, tetapi perlu memastikan jumlah yang cukup sekaligus memilih makanan dengan kandungan gizi yang baik.

Zat Gizi Penting Selama Kehamilan

Beberapa zat gizi penting yang perlu diperhatikan antara lain:

Protein

Kebutuhan protein meningkat, terutama pada trimester akhir. Protein berperan dalam pembentukan jaringan tubuh janin, termasuk otot, organ, dan plasenta.

Zat besi

Zat besi dibutuhkan untuk pembentukan sel darah merah dan mencegah anemia. Selama kehamilan, volume darah ibu meningkat, sehingga kebutuhan zat besi juga ikut bertambah.

Asam Folat

Asam folat sangat penting terutama pada awal kehamilan karena berperan dalam pembentukan otak dan sistem saraf janin.

Kalsium

Kalsium dibutuhkan untuk pembentukan tulang dan gigi janin. Jika asupan kalsium kurang, tubuh akan mengambil cadangan dari tulang ibu, yang dalam jangka panjang dapat memengaruhi kesehatan ibu.

Risiko Jika Makan Berlebihan saat Hamil

Asupan yang tidak terkontrol dapat meningkatkan berbagai risiko kesehatan bagi ibu dan janin. Beberapa risiko yang dapat terjadi antara lain:

1. Diabetes gestasional

Kondisi ketika kadar gula darah meningkat selama kehamilan, sehingga tubuh ibu kesulitan mengontrol gula darah dengan baik

2. Preeklamsia

Tekanan darah tinggi yang muncul selama kehamilan dan dapat memengaruhi kesehatan ibu maupun perkembangan janin jika tidak ditangani

3. Komplikasi Persalinan

Risiko persalinan menjadi lebih tinggi, misalnya proses persalinan lebih lama atau memerlukan tindakan medis seperti operasi

4. Bayi dengan Berat Badan Berlebih

Bayi lahir dengan ukuran lebih besar dari normal, yang dapat meningkatkan risiko kesulitan saat persalinan dan masalah kesehatan setelah lahir

Pola Makan yang Dianjurkan saat Hamil

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan, ibu hamil perlu menerapkan pola makan yang teratur, seimbang, dan sesuai kebutuhan. Beberapa prinsip yang dapat diterapkan antara lain:

1. Makan Utama 3 Kali Sehari

Makan pagi, siang, dan malam membantu menjaga energi tetap stabil dan memastikan tubuh mendapatkan asupan nutrisi secara konsisten

2. Camilan Disela Waktu Makan

Camilan dapat membantu memenuhi kebutuhan energi tambahan, terutama di antara waktu makan utama.

3. Utamakan Makanan Segar dan Bergizi

Pilih makanan yang beragam dan minim proses agar kandungan gizinya tetap optimal.

4. Batasi Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak

Konsumsi gula, garam, dan lemak yang berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan selama kehamilan.

5. Cukupi Kebutuhan Cairan

Minum air yang cukup untuk menjaga fungsi tubuh, membantu metabolisme, dan mencegah dehidrasi.

6. Konsumsi Suplemen

Dalam kondisi tertentu, tenaga kesehatan dapat merekomendasikan suplemen tambahan, seperti zat besi atau asam folat, sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing ibu.

Pada akhirnya, kehamilan bukan tentang makan dua kali lebih banyak, tetapi makan dengan lebih bijak. Ibu hamil tetap perlu menambah asupan sesuai kebutuhan, namun dengan memperhatikan keseimbangan dan kualitas gizi.

Kesehatan Ibu

ic-brand
Tunggu sebentar