Berapa Kebutuhan Protein Ibu Hamil? Ini Jawabannya!

Article 04 May 2026 |
Penulis : Achmad Dzulkifli
|
Editor : Salma Fitri
Ibu hamil makan protein

Banyak orang mengenal protein sebagai zat pembentuk otot. Namun, saat kehamilan, perannya jauh lebih besar. Pada kondisi ini, protein menjadi salah satu sebagai bahan dasar pembentukan kehidupan. Setiap sel yang berkembang, setiap organ yang terbentuk, hingga setiap detak jantung kecil di dalam kandungan, semuanya bergantung pada asupan protein yang cukup dari sang ibu.

Peran Protein saat Hamil

Saat seorang perempuan hamil, tubuhnya tidak hanya bekerja untuk dirinya sendiri. Ia juga sedang “membangun” manusia baru dari nol. Proses ini membutuhkan bahan baku dalam jumlah besar, dan protein menjadi salah satu komponen utamanya.

Di dalam tubuh, protein dipecah menjadi asam amino yang kemudian digunakan untuk berbagai proses penting berikut:

1. Membentuk sel dan jaringan baru

Protein dibutuhkan untuk membangun jaringan tubuh janin yang terus berkembang, mulai dari kulit, otot, tulang, hingga organ-organ tubuh.

2. Mendukung perkembangan otak dan sistem saraf janin

Otak dan sistem saraf mulai berkembang sejak awal kehamilan, dan proses ini membutuhkan asupan protein yang cukup.

3. Membantu pembentukan plasenta

Plasenta adalah organ yang menghubungkan ibu dan bayi. Melalui organ inilah oksigen dan zat gizi disalurkan ke janin.

4. Meningkatkan volume darah dan pertumbuhan jaringan ibu

Selama hamil, volume darah meningkat, rahim membesar, dan jaringan payudara berkembang untuk mempersiapkan proses menyusui.

5. Membantu menjaga daya tahan tubuh ibu

Protein juga berperan dalam pembentukan antibodi dan mendukung sistem imun agar ibu tidak mudah sakit selama kehamilan.

Setiap peran tersebut berlangsung secara bersamaan selama sembilan bulan kehamilan. Itulah sebabnya, protein bukan sekadar pelengkap di piring makan, tetapi bahan dasar yang membantu ibu dan janin tumbuh bersama dengan optimal.

Kebutuhan Protein Ibu Hamil

Kebutuhan protein ibu hamil tidak sama sepanjang kehamilan. Seiring bertambahnya usia kehamilan dan pesatnya pertumbuhan janin, kebutuhan protein pun ikut meningkat.

Trimester 1

Pada trimester pertama, saat janin masih berukuran sangat kecil, kebutuhan protein ibu umumnya sekitar 60 gram per hari. Meski jumlahnya belum terlalu tinggi, tantangan terbesar di fase ini justru rasa mual, muntah, atau penurunan nafsu makan. Karena itu, kualitas makanan menjadi sangat penting.

Trimester 2

Memasuki trimester kedua, pertumbuhan janin berlangsung lebih cepat dan organ-organ tubuh mulai berkembang semakin kompleks. Di fase ini, kebutuhan protein meningkat menjadi sekitar 70–75 gram per hari. Ibarat membangun rumah, inilah fase ketika struktur utama mulai dibentuk.

Trimester 3

Pada trimester ketiga, pertumbuhan janin mencapai puncaknya. Kebutuhan protein pun meningkat menjadi sekitar 75–85 gram per hari. Kekurangan di fase ini bisa berdampak serius, seperti bayi lahir dengan berat rendah. 

Berbagai Jenis Sumber Protein untuk Ibu Hamil

Berikut adalah kandungan protein dari berbagai bahan makanan berdasarkan ukuran rumah tangga (URT) yang dapat menjadi panduan dalam menyusun menu sehari-hari.

Bahan Makanan

URT

Gram

Kandungan Protein

Telur ayam 

1 butir sedang 

55 gram 

6–7 gram 

Telur bebek 

1 butir sedang 

65 gram 

 8–9 gram 

Dada ayam tanpa kulit 

1 potong sedang 

50 gram 

 15 gram 

Hati ayam 

1 potong sedang 

50 gram 

 13 gram 

Daging sapi 

1 potong sedang 

50 gram 

 13 gram 

Daging kambing 

1 potong sedang 

50 gram 

 12 gram 

Hati sapi 

1 potong sedang 

50 gram 

 10 gram 

Ikan kembung 

1 ekor sedang 

80 gram 

 17 gram 

Ikan lele 

1 ekor sedang 

100 gram 

 17 gram 

Ikan nila 

1 ekor sedang 

100 gram 

 18 gram 

Ikan bandeng 

1 ekor sedang 

100 gram 

 20 gram 

Ikan tuna 

1 potong sedang 

50 gram 

 12–13 gram 

Ikan tongkol 

1 potong sedang 

50 gram 

 12 gram 

Ikan salmon 

1 potong sedang 

50 gram 

 10 gram 

Ikan sarden 

1 ekor kecil 

40 gram 

 9 gram 

Ikan teri 

2 sdm 

20 gram 

 8 gram 

Belut 

1 potong sedang 

50 gram 

 7–8 gram 

Udang 

5 ekor sedang 

50 gram 

 10 gram 

Cumi-cumi 

1 potong sedang 

50 gram 

 8 gram 

Kepiting 

1 ekor kecil 

100 gram 

 11 gram 

Kerang 

1 mangkuk kecil 

100 gram 

 8–10 gram 

Susu sapi 

1 gelas 

200 ml 

 6 gram 

Susu kedelai fortifikasi 

1 gelas 

200 ml 

 5 gram 

Yogurt 

1 cup kecil 

150 ml 

 5 gram 

Keju cheddar 

1 lembar 

20 gram 

 5 gram 

Sumber: Kementerian Kesehatan RI. Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) 2019. 

Tabel di atas bisa menjadi panduan untuk memperkirakan kebutuhan protein setiap hari. Pilih sumber protein hewani yang mudah ditemukan, kombinasikan dengan bahan pangan lain, dan variasikan menu agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi tanpa membuat ibu mudah bosan.

Konsumsi protein perlu tetap seimbang. Terlalu sedikit protein jelas berbahaya, tetapi berlebihan juga tidak dianjurkan. Kuncinya bukan makan sebanyak mungkin, melainkan makan dengan cukup dan seimbang.

Pada akhirnya, kehamilan bukan hanya tentang menunggu kelahiran, tetapi tentang mempersiapkan kehidupan. Setiap pilihan kecil, termasuk apa yang dimakan setiap hari, akan membawa dampak besar.  

Kesehatan Ibu

ic-brand
Tunggu sebentar